Langsung ke konten utama

Dalam Sepekan, Zulkieflimansyah Kunjungi 126 Titik di Bima dan Dompu


Kandidat bakal calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, lebih memilih turun menyapa masyarakat bawah, daripada sibuk membangun manuver sensasional. Sudah sepekan ini, politisi PKS yang akrab disapa Dr. Zul ini berada di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Bima, Dompu, dan Kota Bima, untuk membangun silaturrami dan menyerap aspirasi.

Tidak tanggung-tanggung, Dr. Zul selama enam hari belakangan ini, berada di tengah daerah itu. Selama sepekan ini, tercatat Ia sudah mengunjungi 126 titik. "Di Kabupaten Bima empat hari ada 94 titik yang saya kunjungi, dalam dua hari ini di Dompy sudah 32 titik," ujar Dr. Zul pada Suara NTB, Minggu (28/1) kemarin.

Dari aksinya menyapa masyarakat di tiga kabupaten/kota ini, Dr. Zul mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa ketika bertemu langsung dengan masyarakat. "Selama ini, setiap Pilkada, setiap Pilgub, masyarakat hanya bertemu tim sukses. Sangat jarang bertemu calon secara langsung," ujarnya.

"Silaturrahim di Bima dan Dompu saya jadwalkan bukan semata-mata untuk mencari simpati. Silaturrahim ini saya agendakan agar bisa bertemu langsung dengan masyarakat, agar bisa menyerap aspirasi dan harapan-harapan mereka, agar tahu bagaimana persoalan yang mereka alami selama ini. Karena seringkali banyak warga kita yang tidak bisa mengungkapkan aspirasinya melalui jalur-jalur konvensional," sambungya.

Anggota DPR RI kelahiran Sumbawa ini, mengaku sangat terpesona dengan keramahan masyarakat di Bima dan Dompu. Kedatangannya disambut hangat oleh masyarakat. Dari pengalaman interaksinya dengan masyarakat bawah itu, tidak sedikit pun ada kesan wilayah Bima-Dompu sebagai daerah dengan konflik cukup tinggi.

"Antusiasme masyarakat Dompu dan Bima inj luar biasa. Ramah-ramah dan bersahabat. Kultur masyarakat kita di sini sangat terbuka. Ini yang harus tetap dijaga, Kultural, Sosial, dan Ekonominya harus dipastikan bisa berjalan dengan baik. Jika ketiganya berjalan dengam baik, Insya Allah konflik di tempat kita dapat ditekan," jelasnya.

"Semoga silaturrahim ini berkah. Spesial buat masyarakat Dompu, terima kasih banyak atas persaudaraannya yang begitu hangat," ucap Bakal Calon Gubernur yang berpasangan dengan Dr. Sitti Rohmi Djalilah ini.

Begitu juga yang dirasakan Bakal Calon Gubernur yang berpasangan dengan kakak kandung Gubernur NTB ini, Dr. TGB. M. Zainul Majdi, ketika bersilaturrahmi dengan masyarakat Kecamatan Sape, Lambu, Wawo, Palibelo, dan Kota Bima. Ia juga mendapat sambutan yang sangat hangat.

"Masyarakat menyambut kami dengan suasana keakraban dan kekeluargaan yang sangat luar biasa. Jadi semakin bersemangat mendistribusikan harapan pada mereka," pungkasnya. [NDI]

Sumber: Koran Suara NTB (Senin, 29 Januari 2018)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koalisi Militan Zul-Rohmi Berpeluang Memenangkan Pilgub NTB

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah adalah pasangan yang paling sedikit jumlah parpol pendukungnya tapi paling militan.
Pasangan Zul-Rohmi cukup dengan dua Parpol. Koalisi Demokrat dan PKS membuka kembali ingat publik tentang parpol pendukung TGB-Bandul Munir pada Pilgub NTB 2008 silam. Dukungan partai kecil, hasil survey tak menunjukkan mereka paling kuat, tapi akhirnya TGB-Badrul Munir menang dalam satu putaran.
Kader PKS memang terkenal militan. Partai Demokrat yang kini menjadi Parpol tempat Ormas NW bernaung juga dikenal dengan militansi mereka. Ini bisa dilihat, sejak pendaftaran Zul-Rohmi gencar blusukan merawat loyalis mereka. “Zul-Rohmi bergerak secara fleksibel dan cepat di basis pemilihnya dengan tim yang ramping,” kata Didu, Direktur M16.
Didu yang rutin memantau pergerakan tim pemenangan semua kandidat melihat selain menggerakkan mesin partai, Zul-Rohmi juga memiliki loyalis yang setia. Tersebar di uj…

Inovasi dan Teknologi Kunci untuk Maju dan Bersaing

Jakarta - Inovasi dan penerapan teknologi yang tepat merupakan kunci utama sebuah perusahaan atau industri untuk berkembang dan bisa bersaing dengan baik di tingkat nasional maupun global. Hal tersebut disampaikan oleh Ilham Habibie, founder Berkarya Indonesia, dan Shoeb Kagda, founder Indonesia Economic Forum (IEF), dalam konferensi pers menjelang ajang IEF yang akan digelar di Jakarta, pada Senin-Selasa (14-15/11) pekan depan. Ilham mengatakan, dalam melakukan inovasi dibutuhkan adopsi teknologi yang tepat, atau sesuai dengan bisnis dari sebuah perusahaan atau industrinya. Sebab, inovasi berarti melakukan sesuatu yang berbeda. Keahlian dari pihak tertentu pun dibutuhkan dalam mengadopsi teknologi, sehingga bisa bersaing secara nasional maupun global. “Dalam berinovasi, tentu kita butuh teknologi. Tetapi, teknologi yang tepat dan relevanlah yang harus diadopsi, sehingga sesuai dengan bisnis yang dijalankan. Misalnya, bisnis menjual busana, perusahaan tersebut harus memiliki pemahaman…