Langsung ke konten utama

Inovasi dan Teknologi Kunci untuk Maju dan Bersaing


Jakarta - Inovasi dan penerapan teknologi yang tepat merupakan kunci utama sebuah perusahaan atau industri untuk berkembang dan bisa bersaing dengan baik di tingkat nasional maupun global. Hal tersebut disampaikan oleh Ilham Habibie, founder Berkarya Indonesia, dan Shoeb Kagda, founder Indonesia Economic Forum (IEF), dalam konferensi pers menjelang ajang IEF yang akan digelar di Jakarta, pada Senin-Selasa (14-15/11) pekan depan.
Ilham mengatakan, dalam melakukan inovasi dibutuhkan adopsi teknologi yang tepat, atau sesuai dengan bisnis dari sebuah perusahaan atau industrinya. Sebab, inovasi berarti melakukan sesuatu yang berbeda. Keahlian dari pihak tertentu pun dibutuhkan dalam mengadopsi teknologi, sehingga bisa bersaing secara nasional maupun global.
“Dalam berinovasi, tentu kita butuh teknologi. Tetapi, teknologi yang tepat dan relevanlah yang harus diadopsi, sehingga sesuai dengan bisnis yang dijalankan. Misalnya, bisnis menjual busana, perusahaan tersebut harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang teknologi apa yang mau diterapkan, sehingga bisa sesuai dengan tren, atau lifestyle konsumen. Hal ini tentunya akan mendorong bisnisnnya untuk berkembang,” kata Ilham, yang juga anggota IEF Advisory Council di Jakarta, Kamis (10/11).
Berkaitan dengan inovasi, dia juga mengungkapkan tentang persaingan bisnis. Saat ini, persaingan bisnis sudah semakin ketat, baik di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, dibutuhkan kultur sebuah perusahaan, atau industri dalam membangun bisnisnya.
Dia pun menekankan, selain teknologi, sebuah perusahaan atau industri membutuhkan talenta dan iklim berinovasi yang toleran. Artinya, perusahaan harus membuka diri terhadap perkembangan dari tren inovasi yang terjadi.
“Dalam melakukan inovasi dibutuhkan tiga hal, yakni teknologi, talenta, dan atmosfer toleran. Kalau tidak punya suasana kerja yang terbuka, kita susah untuk berinovasi. Berionovasi artinya kita melakukan sesuatu yang berada. Kalau kita berada dalam suatu perusahaan, kan sudah ada kebiasaan. Kalau suasananya tidak ramah terhadap perubahan, susah untuk berinovasi,” ujarnya.
Ilham juga mengomentasi tentang jargon ekonomi digital yang saat ini sedang ramai digaungkan oleh pemerintah Indonesia. Menurut dia, sebelum berbicara tentang ekonomi, hal yang terlebih dahulu harus dipahami adalah digital teknologi. Sebab, kadang orang mempersepsikan ekonomi digital sama dengan e-commerce.
Padahal, keduanya merupakan sesuatu yang berbeda. Karena itu, Ilham belum berani mendefinisikan ekonomi digital secara gamblang, sebelum persepsi dan pemahaman orang tentang hal itu seragam.
“Sebelum kita bicara ekonomi digital, kita pahami dulu teknologi digital. Karena, orang kadang menyamakan ekonomi digital sama dengan e-commerce. Sebab, ekonomi digital berbeda dengan teknologi digital,” jelas Ilham.
Terkait potensi e-commerce, Ilham mengungkapkan, potensi pasarnya masih sangat besar di Indonesia. Meski demikian, dia mengakui, saat ini, nilai pasar e-commerce di Indonesia masih jauh lebih rendah dibandingkan denga negara-negara lain, seperti Tiongkok dengan Alibaba-nya yang sudah memiliki nilai pasar mencaapai ratusan miliar dolar AS.
“Potensi e-commerce kita masih sangat besar ke depannya. Karena itu, semangat berinovasi itu perlu dikembangkan. Seperti yang saya katakan tadi bahwa kita harus punya teknologi yang relevan dalam mengembangkan bisnis tersebut. Lihat saja, seperti Grab yang tidak mempunya kendaraan, tetapi merupakan perusahaan platform transportasi besar. Jadi, ini yang perlu kita pikirkan untuk berinovasi,” terang Ilham.
Pentingnya IEF
Sementara, Founder IEF Shoeb Kagda menuturkan, ajang IEF yang akan digelar pekan depan merupakan konferensi bisnis terkemuka di Indonesia dan di wilayah Asia. Kehadirannya untuk mendiskusikan dan mendorong inovasi yang akan membentuk kembali perekonomian Indonesia pada tahun-tahun mendatang.

Menurut dia, beragam perubahan besar sedang terjadi di Indonesia, yang merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang paling pesat sekaligus negara terbesar keempat di dunia. “Inti dari perubahan ini adalah inovasi yang membentuk kembali perekonomian Indonesia, mulai dari digital healthcare yang meliputi populasi Indonesia yang besar hingga inklusi keuangan melalui fintech (teknologi keuangan) hingga intelijen geospasial,” tuturnya.
Dia menjelaskan, ajang IEF terdiri atas serangkaian acara tahunan rutin yang meliputi sesi round-table, workshop, diskusi, dan dengan acara puncak berupa konferensi tingkat nasional dan regional yang mempertemukan para pemimpin bisnis, pembuat kebijakan, dan pakar di bidang masing-masing. Mereka akan bertemu untuk berdiskusi berbagai tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia pada khususnya, serta di wilayah Asia pada umumnya.
Indonesia Economic Forum juga akan menghadirkan informasi terkini dengan wawasan dari berbagai industri dan ekonomi Indonesia, serta ekonomi regional. IEF tahun ini digelar dengan mengusung tema Driving Innovation: Reshaping Indonesia’s Economy.





Sumber: Investor Daily

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Koalisi Militan Zul-Rohmi Berpeluang Memenangkan Pilgub NTB

Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur NTB 2018, Dr. H. Zulkieflimansyah dan Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah adalah pasangan yang paling sedikit jumlah parpol pendukungnya tapi paling militan.
Pasangan Zul-Rohmi cukup dengan dua Parpol. Koalisi Demokrat dan PKS membuka kembali ingat publik tentang parpol pendukung TGB-Bandul Munir pada Pilgub NTB 2008 silam. Dukungan partai kecil, hasil survey tak menunjukkan mereka paling kuat, tapi akhirnya TGB-Badrul Munir menang dalam satu putaran.
Kader PKS memang terkenal militan. Partai Demokrat yang kini menjadi Parpol tempat Ormas NW bernaung juga dikenal dengan militansi mereka. Ini bisa dilihat, sejak pendaftaran Zul-Rohmi gencar blusukan merawat loyalis mereka. “Zul-Rohmi bergerak secara fleksibel dan cepat di basis pemilihnya dengan tim yang ramping,” kata Didu, Direktur M16.
Didu yang rutin memantau pergerakan tim pemenangan semua kandidat melihat selain menggerakkan mesin partai, Zul-Rohmi juga memiliki loyalis yang setia. Tersebar di uj…

Dalam Sepekan, Zulkieflimansyah Kunjungi 126 Titik di Bima dan Dompu

Kandidat bakal calon Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, lebih memilih turun menyapa masyarakat bawah, daripada sibuk membangun manuver sensasional. Sudah sepekan ini, politisi PKS yang akrab disapa Dr. Zul ini berada di tengah-tengah masyarakat di Kabupaten Bima, Dompu, dan Kota Bima, untuk membangun silaturrami dan menyerap aspirasi.
Tidak tanggung-tanggung, Dr. Zul selama enam hari belakangan ini, berada di tengah daerah itu. Selama sepekan ini, tercatat Ia sudah mengunjungi 126 titik. "Di Kabupaten Bima empat hari ada 94 titik yang saya kunjungi, dalam dua hari ini di Dompy sudah 32 titik," ujar Dr. Zul pada Suara NTB, Minggu (28/1) kemarin.
Dari aksinya menyapa masyarakat di tiga kabupaten/kota ini, Dr. Zul mengaku mendapatkan pengalaman yang luar biasa ketika bertemu langsung dengan masyarakat. "Selama ini, setiap Pilkada, setiap Pilgub, masyarakat hanya bertemu tim sukses. Sangat jarang bertemu calon secara langsung," ujarnya.
"Silaturrahim di Bima d…